Megibung

Megibung
Tradisi makan bersama dalam satu wadah besar khas daerah  karangasem Bali

Gibung artinya kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang, saling berbagi satu orang  dengan orang  lainnya 

Duduk , makan bersama sambil saling berdiskusi dan berbagi pendapat

Penyelenggara menyiapkan nasi putih dalam satu wadah besar nampan atau baskom   dan di sebut gibungan  , lauk lawar serta sesate lengkap di tempatkan dalam satu wadah yang di sebut karangan atau selaan

Jumlah sate dalam satu ikat dalam karangan
menyesuaikan dengan jumlah peserta dalam kelompok megibung 

Bisa 5-8 orang dan biasanya  berjumlah ganjil

Satu diantara peserta megibung ditunjuk jadi pemimpin megibung

Tugasnya nuunang untuk memastikan lawar  di karangan terdistribusi dengan pas dengan banyaknya nasi dalam satu gibungan ,
Bila sate dalam karangan masih cukup pemimpin bisa  minta nasi tambahan dengan persetujuan peserta untuk bisa menghabiskan gibungannya

Peserta gibungan tidak bisa begitu saja meninggalkan nasi  gibungan walaupun merasa sudah cukup kenyang tidak nambah makan lagi 

Ia pula yang memutuskan megibungan di sudahi setelah memastikan tidak ada lagi yang mau meneruskan makan makanan dalam wadah gibungan

Air minum dalam cerek disediakan pengayah yang juga bertugas melayani peserta gibung seperti permintaan uyah tabye  serta air pecoban 

Namun sekarang tradisi makan bareng dalam satu wadah tidak terlalu ketat  mengikuti kaidah kaidah tersebut  seperti dahulu kala 

Semisal air minum menggunakan air kemasan karena di rasa  lebih praktis , air kobokan juga jarang lagi terlihat  
Lauk dan jenis wadah pun bisa macam macam 

Tidak melulu lawar , bahkan makan bersama beralas daun pisang memanjang pun bila makannya beramai ramai di sebut megibungan juga ,

 seperti halnya tradisi berbuka puasa ramadhan bareng bareng di daerah kantong Muslim di Denpasar Bali

Karena tujuan dari megibung adalah kegembiraan dalam  kebersamaan dan saling berbagi dengan cara Makan bareng ..


Comments

Popular posts from this blog

Upaveda

Gedung PHDI pusat